Advertisement

MPLS SMA Negeri 1 Lubuk Pakam, Ketua LPA Edukasi Bahaya Judi Online dan Cyberbullying

DELI SERDANG – Editorial24jam.com || Ratusan peserta didik baru SMA Negeri 1 Lubuk Pakam mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan penuh semangat, Rabu (15/7/2026). Selain mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta meningkatkan literasi digital sebagai bekal menghadapi tantangan era teknologi menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Junaidi Malik, SH, hadir sebagai narasumber untuk memberikan pembekalan mengenai pentingnya menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab bagi kalangan pelajar.

Di hadapan ratusan siswa, Junaidi menegaskan bahwa MPLS merupakan langkah awal yang sangat strategis dalam membangun karakter peserta didik. Menurutnya, sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah, para siswa harus dibekali sikap disiplin, tanggung jawab, integritas, serta rasa percaya diri agar mampu berinteraksi secara positif dengan teman, guru, maupun seluruh warga sekolah.

“Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai karakter, wawasan kebangsaan, serta pemahaman terhadap tata tertib sekolah. Dengan demikian, para siswa siap mengikuti proses pembelajaran dengan semangat, motivasi tinggi, dan memiliki mental yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar Junaidi.

Dalam sesi edukasi tersebut, Junaidi juga memperkenalkan gerakan “Pahlawan Digital” yang mengusung moto “Berani Melindungi, Berani Menginspirasi, dan Berani Berbuat Baik.” Melalui gerakan ini, para pelajar diajak menjadi generasi yang cerdas memanfaatkan teknologi, bijak menggunakan media sosial, serta berani menjadi pelopor kebaikan di ruang digital.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai ancaman yang perlu diwaspadai. Di antaranya judi online, penipuan daring (scam), pencurian akun, perundungan siber (cyberbullying), penyebaran hoaks, akun palsu, grooming oleh orang asing di internet, penyebaran foto maupun video tanpa izin, phishing, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Anak-anak harus menjadi pengguna internet yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, jangan sembarangan membagikan data pribadi, serta jangan takut melapor apabila menjadi korban atau melihat tindakan yang membahayakan di dunia digital. Jadilah Pahlawan Digital yang mampu melindungi diri sendiri sekaligus menginspirasi orang lain,” pesannya.

Menurut Junaidi, pendidikan literasi digital merupakan bagian penting dari upaya perlindungan anak di era modern. Edukasi sejak dini menjadi langkah preventif agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan teknologi maupun menjadi korban kejahatan siber yang semakin kompleks.

Melalui kegiatan MPLS ini, diharapkan lahir generasi pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berintegritas, beretika dalam bermedia digital, serta mampu menjadi agen perubahan positif di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Dengan semangat “Pahlawan Digital”, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Penulis : [Rahmadi Saputra]

Redaktur : [Abednego Manalu]

106 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *