Advertisement

Rp200 Miliar untuk Pemulihan Sungai Taput

TAPUT – Editorial24jam.com || Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mempercepat pemulihan sungai dan jaringan irigasi pascabencana hidrometeorologi dengan dukungan anggaran sekitar Rp200 miliar. Hal ini disampaikan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., saat pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Selasa (6/1/2026).

Bupati didampingi Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, M.Si. serta pimpinan perangkat daerah teknis menyampaikan usulan penanganan sungai dan irigasi sebagai bagian dari transisi dari masa tanggap darurat menuju pemulihan.

Menurut Bupati, setelah pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak mulai berjalan, fokus pemulihan kini diarahkan pada sungai-sungai yang terdampak langsung bencana dan memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat.

“Prioritas penanganan meliputi Sungai Aek Sigeaon, Aek Haidupan, Batang Toru, Siandurian, serta Aek Sarulla. Sungai-sungai ini harus segera ditangani karena berdampak langsung pada pemukiman dan pertanian,” ujar Bupati.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga mengusulkan perbaikan dan pengamanan air baku untuk menjamin ketersediaan air minum, khususnya di wilayah Pahae dan Adiankoting. Penyamaan data dan persepsi bersama Kementerian PU dan BBWS Sumatera II dinilai penting agar pelaksanaan program tepat sasaran dan akuntabel.

“Data yang sudah disepakati menjadi dasar kita melangkah ke depan. Pemerintah ingin memastikan penanganan dilakukan cepat, tepat, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Bupati.

Bupati menambahkan, anggaran sekitar Rp200 miliar akan difokuskan pada perbaikan alur sungai dan pengamanan kawasan rawan, guna mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala BBWS Sumatera II Feriyanto Pawenrusi menjelaskan bahwa penanganan pascabencana akan dilanjutkan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) setelah masa tanggap darurat. Tahapan tersebut diperkirakan berlangsung selama satu hingga dua tahun.

“Penanganan sungai membutuhkan waktu karena panjang alur dan kompleksitasnya. Lima sungai yang disampaikan Bupati menjadi prioritas utama dan akan segera kami tangani,” jelas Feriyanto.

Melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan Kementerian PU, diharapkan pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal serta mendukung pemulihan sosial, ekonomi, dan pertanian masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]

594 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *