Advertisement

Sejumlah SKPD Mengeluh Terkait Pengadaan Barang/Jasa di Pemkab Tapteng

PANDAN – Editorial24jam.com|| Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) keluhkan tentang pengadaan Barang/jasa di setiap SKPD.Pasalnya, segerombolan oknum yang mengaku di perintahkan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu untuk melakukan Verifikasi sejumlah calon rekanan di setiap SKPD, seperti Dinas Pendidikan Pemkab Tapteng telah menyampaikan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa tahun anggaran 2025 akhirnya pelelangan dibatalkan pihak Kelompok Barang Jasa (Pokja) dan hal itu dapat terlihat di InaProc SPSE Pemkab Tapteng sebanyak 22 paket non terder.

Akhirnya pengadaan barang/jasa dari Dinas Pendidikan Pemkab Tapteng dibatalkan Pokja tanpa menyebutkan apa motif pembatalan terhadap 22 paket non lelang itu.

Akhirnya sejumlah penyedia barang/jasa (Rekanan) yang telah mengikuti proses lelang non tender di ULP Pemkab Tapteng dirugikan, hal itu akibat adanya perintah mendadak dari Bupati Tapteng yang didelegasikan kepada gerombolan yang mengaku orang-orang dekat Bupati.

Salah satu rekanan yang enggan dituliskan jati dirinya mengungkapkan,” saya yang telah menerima judul kegiatan pengadaan barang/jasa di Dinas Pendidikan Tapteng telah dirugikan secara materi dalam pemberkasan untuk meng-upload berkas penawaran terhadap pekerjaan non tender dan tiba-tiba dibatalkan panitia barang/jasa di ULP dan akhirnya pekerjaan yang awalnya saya terima dialihkan ke seseorang yang kita tidak ketahui siapa rekanannya,” ungkap warga Pasaribu Tobing itu pada Sabtu (26/7/25) kepada Wartawan di Pandan.

Masih menurut sumber,” sampai saat ini juga ada sejumlah paket proyek yang telah dipercayakan oleh orang nomor 2 didaerah ini kepada saya dan namun hingga saat ini belum ada dilaksanakan pengumuman pelelangan di LPSE Pemkab Tapteng, padahal sekarang sudah memasuki bulan Agustus 2025 yang dimana masa pelaksanaan nantinya akan tidak mencapai akhir tahun 2025 dan bisa-bisa melewati tahun,” terangnya.

Masih katanya,” ya saya harus pasrah saja menerima apapun petunjuk selanjutnya, bila saya yang nantinya menjadi penyedia barang/jasa ya saya ikuti proses lelangnya dan sebaliknya saya tetap ikuti lelang faid,” tutupnya

Secara terpisah, hal senada berkaitan proses tender proyek di Kabupaten Tapanuli Tengah, sejumlah staf di sejumlah dinas di jajaran pemkab Tapteng yang mengaku tak bisa bernapas atas pengelolaan proses tender saat ini, karena sejumlah pekerjaan tender dan non tender terkesan diambil alih penanganannya oleh segerombolan orang itu,” ungkap beberapa staf di SKPD.

Menurut isu yang santer beredar, ada beberapa oknum yang mengaku orang dekat Bupati Tapteng yang satu partai berlambangkan Banteng.Oknum itu berinisial DS, TS, DL, SH dan salah satu oknum anggota Dewan dan melalui merekalah yang akan menjadi rekanan atau lazim disebut sebagai ‘Pengantin’ dan hal itu sudah terbukti seperti pelelangan barang/jasa di RSUD Pandan, yang dimana pemenang lelangnya merupakan penawar tertinggi. (BMT Manalu)

365 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *