Advertisement

LAPAS Kelas IIB Siborongborong Tanam Bibit Terong Ungu 1.500 Batang “Wujudkan Ketahan Pangan”

TAPANULI UTARA – Editorial24jam.com ||Penanaman bibit terong ungu di Lapas Kelas II B Siborongborong merupakan salah satu contoh program ketahanan pangan yang inovatif dan bermanfaat. Bertempat di Area Ketapang Lapas Siborongborong pada tanggal 20 Juni 2025

Penanaman bibit terong ungu sebanyak 1.500 batang di Lapas Kelas II B Siborongborong adalah langkah konkret dalam mewujudkan program ketahanan pangan, dengan adanya program seperti ini, diharapkan Lapas Kelas II B Siborongborong dapat menjadi lebih mandiri dan memberikan dampak positif bagi warga binaan.

Meningkatkan Ketersediaan Pangan Dengan menanam terong ungu, Lapas dapat meningkatkan ketersediaan pangan bagi warga binaan dan staf.

Program ini dapat membantu warga binaan mengembangkan keterampilan dalam bidang pertanian dan pengelolaan sumber daya alam.

Dengan memproduksi pangan sendiri, Lapas dapat meningkatkan kemandirian dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya luar. Dapat juga membantu mengembangkan jiwa sosial dan kerja sama di antara warga binaan dan staf.

Dengan demikian, program penanaman terong ungu di Lapas Kelas II B Siborongborong dapat menjadi contoh baik bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam meningkatkan ketahanan pangan dan mengembangkan keterampilan warga binaan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Siborongborong, Bapak Herry Hasudungan Simatupang, S.H., M.H., turut hadir dalam kegiatan penanaman bibit terong ungu. Kehadiran beliau bersama pejabat eselon IV dan V staf pegawai menunjukkan dukungan dan komitmen lembaga dalam mengembangkan program ketahanan pangan dan kegiatan positif lainnya di dalam lapas. Dengan partisipasi aktif dari pimpinan dan staf, kegiatan ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi warga binaan dan lembaga.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) berkomitmen untuk terus mengembangkan dan meningkatkan program-program yang bermanfaat bagi warga binaan. Dengan bersinergi dengan pihak terkait, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi warga binaan, terutama dalam meningkatkan keterampilan dan produktivitas mereka. Tujuannya adalah agar warga binaan dapat menjadi lebih siap dan mandiri saat bebas nanti, sehingga dapat reintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat. Ujarnya.(BMT.Manalu) 

 

 

256 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *