TAPUT – Editorial24jam.com || Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan institusi keagamaan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, S.Si., M.Si., saat menghadiri Perayaan Ekaristi sekaligus Inaugurasi dan Pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan di Desa Lumban Sormin, Kecamatan Pangaribuan, Minggu (7/6/2026).
Perayaan yang mengusung tema “Berjalan Bersama untuk Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan” tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung. Acara ini juga dihadiri Ketua DPRD Tapanuli Utara Arifin Rudi Nababan, Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon, S.H., M.Han. yang bertindak sebagai Ketua Panitia, jajaran pimpinan perangkat daerah Pemkab Tapanuli Utara, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, serta ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah.
Turut hadir sejumlah tamu undangan, antara lain Anggota DPR RI Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Binsar Sitanggang.
Berdasarkan Surat Keputusan Keuskupan Agung Medan tertanggal 24 Februari 2026, Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan merupakan paroki baru hasil pemekaran dari Paroki Tarutung. Paroki ini membawahi 19 stasi yang tersebar di empat kecamatan, yakni Garoga, Pangaribuan, Sipahutar, dan Siatas Barita.
Dalam khotbahnya, Mgr. Kornelius Sipayung menegaskan pentingnya kehadiran gembala yang dekat dengan umat agar pelayanan pastoral dan sakramen dapat berlangsung lebih efektif, mengingat jarak menuju Tarutung yang cukup jauh. Selain itu, ia juga menyampaikan rencana strategis Keuskupan Agung Medan untuk membangun sekolah Katolik di wilayah Pangaribuan dan berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.
Menanggapi hal tersebut, Bupati JTP Hutabarat menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh rencana pembangunan sekolah Katolik tersebut. Menurutnya, institusi Katolik selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Tapanuli Utara, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
Ia mencontohkan keberadaan Rumah Sakit Santo Lucia di Siborongborong yang berhasil membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Pemerintah dan gereja adalah institusi yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu melayani masyarakat. Pemerintah melayani melalui regulasi dan pembangunan kesejahteraan, sedangkan gereja melayani kebutuhan spiritual umat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, kami menyambut baik dan siap mendukung pembangunan sekolah Katolik di Pangaribuan sebagai investasi untuk meningkatkan mutu pendidikan generasi muda,” ujar Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus Dewan Pastoral Paroki yang baru dilantik serta Pastor Paroki, Pastor Ronald Sitanggang.
Ia mengajak seluruh umat Katolik di Kuasi Paroki Pangaribuan untuk menjadi garam dan terang di tengah kehidupan bermasyarakat dengan terus menjalin kemitraan bersama pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup dari berbagai bentuk kerusakan alam di Tapanuli Utara.
Penulis/Redaktur : [Abednego Manalu]













Leave a Reply