Advertisement

LPA Deli Serdang Dorong Lomba 17 Agustus Edukatif

DELI SERDANG – Editorial24jam.com || Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang mengingatkan panitia perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah kecamatan dan desa, sekolah, organisasi kepemudaan, serta masyarakat agar memastikan setiap lomba dan hiburan yang melibatkan anak berlangsung secara edukatif, pantas, dan ramah anak.

Ketua LPA Kabupaten Deli Serdang, Junaidi Malik, S.H., C.Ht., mengatakan kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan mereka.

Menurut Junaidi, konsep lomba maupun hiburan perlu memperhatikan aspek edukasi, kepantasan, pembentukan karakter, serta keamanan lingkungan tumbuh kembang anak.

“Jangan karena alasan hiburan dan mengejar tawa penonton, kemudian kita membuat lomba yang mempertontonkan ekspresi gender secara berlebihan kepada anak. Misalnya laki-laki dipakaikan daster dalam lomba sepak bola, kemudian dilengkapi riasan, gestur atau aksi yang menjadikan identitas gender sebagai bahan lelucon. Hal-hal seperti ini perlu dievaluasi ketika disaksikan anak,” tegas Junaidi.

Ia menambahkan, sejumlah kegiatan seperti lomba joget, joget berpasangan, fashion show, meniru artis, karaoke, lomba rias, hingga drama atau parodi juga perlu diseleksi konsep dan pelaksanaannya apabila melibatkan anak.

LPA menilai persoalannya bukan semata-mata pada jenis lomba, melainkan bagaimana materi, kostum, gestur, dialog, serta bentuk pertunjukan tersebut disesuaikan dengan usia dan kepentingan terbaik bagi anak.

“Bukan jenis lombanya yang otomatis salah, tetapi konsep, materi dan cara pelaksanaannya harus sesuai dengan usia serta kepentingan terbaik bagi anak,” ujar Junaidi.

Junaidi menegaskan, imbauan tersebut bukan dimaksudkan untuk melakukan persekusi, kekerasan, penghinaan, maupun diskriminasi terhadap individu atau kelompok tertentu.

“Kita tetap harus menghormati setiap manusia. Tetapi ruang kegiatan anak juga harus dijaga. Anak belajar dari apa yang mereka lihat, dengar dan saksikan berulang-ulang,” katanya.

Sebagai alternatif, LPA Deli Serdang mendorong panitia menghadirkan kegiatan yang dapat mendukung pendidikan karakter dan kreativitas anak. Di antaranya permainan tradisional, olahraga, cerdas cermat kebangsaan, membaca puisi kemerdekaan, storytelling kepahlawanan, menggambar dan mewarnai, seni budaya daerah, hafalan Pancasila, gotong royong, serta kegiatan edukatif bersama keluarga.

“Perlindungan anak tidak boleh dilakukan melalui kekerasan atau diskriminasi. Pencegahan harus melalui edukasi, keteladanan, pengawasan orang tua dan pengelolaan kegiatan yang bertanggung jawab. Kita ingin melindungi anak tanpa melakukan persekusi terhadap siapa pun,” jelas Junaidi.

LPA Deli Serdang juga mengajak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, pemerintah kecamatan dan desa, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta orang tua untuk melakukan seleksi terhadap konsep lomba, kostum, pertunjukan, dan hiburan sebelum kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dilaksanakan, khususnya kegiatan yang melibatkan anak.

Menurut Junaidi, perayaan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum untuk memberikan ruang yang positif bagi anak-anak untuk belajar, berkarya dan mengenal nilai-nilai kebangsaan.

“Kemerdekaan bukan sekadar pesta dan hiburan. Mari kita rayakan dengan kegiatan yang membuat anak-anak gembira, belajar, berkarya, mencintai Indonesia dan menghargai sesama. Jangan jadikan anak sebagai sasaran hiburan orang dewasa,” pungkasnya.

Penulis : [Rahmadi Saputra]

Redaktur : [Abednego Manalu]

56 Pembaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *