DAIRI – Editorial24jam.com || Kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mendapat perhatian dari Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Bane Raja Manalu.
Perhatian tersebut muncul setelah video seorang anak yang memperlihatkan kondisi penuh luka dan mengaku mendapat perlakuan kekerasan diduga dari bibinya viral di media sosial pada Jumat (21/8/2026).
Dalam video yang beredar tersebut, AGP tampak gemetar saat menceritakan kondisi keluarganya dan dugaan kekerasan yang dialaminya. Dalam keterangannya di video, AGP menyebut ayahnya sedang menjalani hukuman penjara karena kasus narkotika. Ia juga mengatakan tidak mengetahui keberadaan ibunya.
Pernyataan tersebut disampaikan AGP dalam kondisi terlihat ketakutan dan tubuhnya gemetar. Namun, informasi mengenai kondisi dan keberadaan kedua orang tua AGP masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak berwenang dan keluarga.
Bane Raja Manalu menyatakan kesiapannya membawa kedua anak tersebut ke Jakarta apabila keluarga menyetujui. Kedua anak itu nantinya akan mendapat dukungan pendidikan dan pengasuhan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bane melalui perwakilannya, Duat Sihombing, saat mengunjungi kedua korban yang sedang menjalani perawatan di RSUD Sidikalang, Minggu (23/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Bane juga menyerahkan bantuan berupa susu, makanan ringan, pakaian, dan vitamin untuk membantu memenuhi kebutuhan kedua anak selama menjalani perawatan.
Bane juga melakukan video call dengan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dairi. Dalam komunikasi tersebut, Bane menyampaikan rencana untuk membawa kedua anak ke Jakarta jika keluarga memberikan persetujuan.
“Jika keluarga berkenan, kami siap membawa kedua anak ini ke Jakarta agar mereka dapat melanjutkan pendidikan sekaligus mendapatkan dukungan pendidikan dan pengasuhan,” demikian inti penyampaian Bane melalui sambungan video call tersebut.
Kedua anak yang menjadi perhatian tersebut masing-masing berinisial AGP (7) dan AP (6). Kasus ini mencuat setelah video yang memperlihatkan kondisi AGP beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, AGP terlihat mengalami sejumlah luka pada tubuhnya. Anak tersebut juga tampak gemetar ketika menceritakan dugaan kekerasan yang dialaminya.
Informasi awal menyebutkan, anak tersebut ditemukan di kawasan Jalan Merdeka, tepatnya di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Dairi bersama Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Dairi kemudian melakukan langkah penyelamatan dan penanganan terhadap korban.
Kasus tersebut kemudian berkembang setelah diketahui bahwa adik AGP, yakni AP (6), diduga juga mengalami perlakuan kekerasan.
Polres Dairi kemudian mengamankan seorang perempuan berinisial RS yang diduga merupakan bibi kedua anak tersebut. RS diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan kekerasan terhadap kedua korban.
Saat ini AGP dan AP masih menjalani perawatan di RSUD Sidikalang. Berdasarkan informasi hasil pemeriksaan medis yang dihimpun, terdapat luka pada bagian bibir, luka lebam pada tangan kiri, serta sejumlah luka yang mengalami infeksi hingga mengeluarkan nanah. Luka serupa juga ditemukan pada bagian kaki kanan.
Kasus ini masih dalam proses penanganan aparat kepolisian. Dugaan kekerasan terhadap kedua anak tersebut perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan sesuai ketentuan hukum.
Sementara itu, perhatian Bane Raja Manalu terhadap kondisi kedua anak tersebut menambah dukungan terhadap upaya pemulihan korban, terutama dalam memastikan mereka tetap memperoleh hak atas perlindungan, pendidikan, dan pengasuhan yang layak.
Bane menegaskan kesiapannya memberikan dukungan pendidikan apabila rencana membawa kedua anak tersebut ke Jakarta mendapat persetujuan dari pihak keluarga dan dapat dilakukan sesuai prosedur perlindungan anak.
Penulis : [BMT Manalu]













Leave a Reply