TAPUT – Editorial24jam.com || Kondisi Jalan Lintas Tarutung di titik Siborongborong 1, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, menuai sorotan. Lubang cukup dalam yang berada di badan jalan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, namun hingga kini belum terlihat penanganan permanen.
Pantauan di lokasi, Selasa (11/8/2026), menunjukkan adanya kerusakan pada badan jalan berupa lubang yang cukup dalam. Kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena ruas jalan merupakan jalur yang ramai dilintasi kendaraan.
Warga menyebut kerusakan itu bukan baru terjadi. Lubang telah berlangsung cukup lama dan dinilai belum mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya dari instansi yang berwenang menangani ruas jalan tersebut.
Kekhawatiran warga meningkat ketika hujan turun. Genangan air dapat menutupi lubang sehingga pengendara sulit memperkirakan kedalaman maupun posisi kerusakan jalan.
“Apalagi saat hujan, lubang itu tergenang air sehingga tidak terlihat oleh pengendara. Apalagi pengendara roda dua, terlebih kalau hujan malam hari,” ujar Nababan, salah seorang warga sekitar.
Menurut warga, kondisi tersebut bahkan telah menyebabkan sejumlah pengendara terjatuh setelah menghantam lubang. Risiko dinilai semakin besar bagi pengendara yang baru melintas dan tidak mengetahui titik kerusakan.
“Sudah ada yang jatuh karena menabrak lubang. Kalau pengendara yang tidak biasa lewat sini, tentu tidak tahu ada lubang,” ujar warga lainnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana pengawasan dan pemeliharaan jalan nasional dilakukan oleh instansi yang berwenang.
Ruas tersebut merupakan bagian dari jaringan jalan nasional yang penanganannya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Utara sesuai pembagian kewenangan jalan.
Sorotan warga semakin menguat karena di sejumlah titik lain pada ruas Jalan Lintas Sumatera, pekerjaan pemeliharaan berupa tambal sulam disebut telah dilakukan, termasuk di sekitar Sitabotabo hingga Pagarsinondi.
Warga pun mempertanyakan mengapa kerusakan yang dinilai membahayakan pengguna jalan di Siborongborong belum mendapat penanganan.
“Kalau jalan berlubang dan sudah membahayakan pengendara, seharusnya jangan menunggu sampai ada korban serius. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” kata warga.
Masyarakat meminta BPJN Sumatera Utara tidak hanya melakukan pemeliharaan pada titik-titik tertentu, tetapi juga memastikan seluruh ruas jalan nasional berada dalam kondisi layak dan aman dilalui.
Mereka juga meminta adanya langkah cepat, setidaknya berupa penanganan sementara pada lubang yang membahayakan, sembari menunggu perbaikan permanen.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPJN Sumatera Utara tidak memberi keterangan maupun penjelasan mengenai kondisi jalan berlubang tersebut, termasuk apakah titik kerusakan telah masuk dalam agenda pemeliharaan dan kapan perbaikan akan dilakukan.
Penulis : [BMT Manalu]













Leave a Reply