Simalungun – Peredaran narkoba di wilayah Kampung Korem, Nagori Bahalat Bayu, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, semakin hari semakin meresahkan masyarakat. Seorang gembong narkoba yang dikenal dengan nama Heri diduga menjadi otak dari jaringan ini, dengan wilayah operasi yang terus meluas dan kerap berpindah-pindah untuk mengelabui aparat penegak hukum.
Baru-baru ini, lokasi peredaran narkoba teridentifikasi berada di daerah Sabarta, tepatnya di area perkebunan sawit di belakang rumah salah satu kaki tangan Heri yang berinisial TS alias Tuek. Informasi tersebut terungkap dari seorang warga setempat, sebut saja Bedul (nama samaran), yang mengungkapkan kemarahannya atas semakin bebasnya transaksi narkoba di daerah tersebut.
“Sudah semakin merajalela saja si Heri dan kawanannya mengedarkan narkoba di sini. Merusak generasi muda kampung ini saja. Lokasi tempat piket TS alias Tuek ada di Sabarta, sawit-sawitan di belakang rumah Tuek itu, bang. Dia dibantu Tolok dari Kampung Korem,” ungkap Bedul kepada awak media, Sabtu (28/12/2024).
Lokasi Peredaran Narkoba Lainnya
Selain di Sabarta, Heri dan jaringannya diketahui memanfaatkan berbagai lokasi lain sebagai tempat transaksi narkoba, termasuk Nagori Bahjoga. Bedul menyebut bahwa dua anggota jaringan Heri, yaitu Tolip dan Pajek, sering menjual sabu di daerah tersebut.
“Tolip dan Pajek jualan sabu di Kampung Bahjoga, tepatnya di kuburan belakang rumah Tolip. Kadang pindah ke tower Bahjoga, atau di parkiran mobil tangki yang ada di depan pabrik dekat lapangan bola,” ujarnya.
Banyaknya lokasi yang digunakan membuat masyarakat menduga adanya pembiaran oleh oknum aparat penegak hukum. Bedul mengaku tidak percaya bahwa kegiatan Heri dan jaringannya tidak diketahui oleh pihak berwajib, mengingat luasnya jaringan dan besarnya aktivitas peredaran narkoba tersebut.
“Sudah sebesar itu peredaran narkobanya. Tidak mungkin aparat penegak hukum tidak mengetahui. Saya menduga oknum aparat penegak hukum, baik dari Satnarkoba maupun Polsek Tanah Jawa, sudah menerima stabil alias amplop dari Heri sehingga mereka tutup mata,” kata Bedul dengan geram.
Tanggapan Kasat Narkoba Polres Simalungun
Menanggapi laporan tersebut, Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP Henry Salamat Sirait, S.IP, S.H, M.H, berjanji akan segera melakukan penyelidikan ke lokasi-lokasi yang disebutkan.
“Terima kasih atas informasinya. Akan saya perintahkan tim untuk melakukan penyelidikan,” tulis AKP Henry melalui pesan WhatsApp kepada awak media.
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas untuk memberantas jaringan narkoba yang dikendalikan oleh Heri. Mereka juga meminta agar aparat penegak hukum bertindak transparan dan tidak melibatkan diri dalam praktik-praktik kotor yang dapat merugikan masyarakat luas.
Jika tidak segera ditindak, peredaran narkoba yang semakin merajalela ini dikhawatirkan akan menghancurkan generasi muda dan memperparah kondisi sosial di wilayah Simalungun.

















Leave a Reply