TAPUT – Editorial24jam.com || Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) terus diperkuat melalui pelaksanaan Skrining Aktif Tuberkulosis (TB) dan Deteksi Dini Infeksi Laten TB Terintegrasi dengan Pemberian Obat Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak serumah maupun kontak erat pasien TB.
Kegiatan yang berlangsung pada 3–8 Agustus 2026 di UPT Puskesmas Hutabaginda, Tarutung, mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Program tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Tapanuli Utara, serta didukung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya menekan angka penularan TB melalui deteksi dini dan pencegahan.
Sejak hari pertama pelaksanaan, Puskesmas Hutabaginda dipadati masyarakat yang datang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Antusiasme warga menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya deteksi dini penyakit tuberkulosis, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TB.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian masyarakat adalah kehadiran mobil radiologi milik Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang dilengkapi Digital Radiography (DR) atau rontgen digital. Teknologi tersebut memungkinkan pemeriksaan paru dilakukan secara lebih cepat, aman, dan akurat.
Penggunaan rontgen digital memberikan berbagai manfaat, di antaranya mempercepat proses diagnosis sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan medis yang tepat. Selain mendeteksi tuberkulosis, alat ini juga dapat membantu mengidentifikasi pneumonia, kanker paru, serta berbagai gangguan saluran pernapasan lainnya.
Tidak hanya itu, Digital Radiography juga bermanfaat dalam penanganan kasus cedera seperti patah tulang, retak tulang, maupun dislokasi, serta mendukung pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up). Teknologi digital menghasilkan citra dengan kualitas lebih baik, dapat langsung ditampilkan melalui komputer, sehingga mempercepat proses pembacaan hasil oleh tenaga medis.
Keunggulan lainnya adalah penggunaan dosis radiasi yang lebih rendah dibandingkan rontgen konvensional, sehingga lebih aman bagi pasien. Hasil pemeriksaan juga dapat disimpan dan dikirim secara digital, memudahkan proses rujukan ke fasilitas kesehatan lain tanpa harus mengulang pemeriksaan.
Kehadiran layanan rontgen digital tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan diagnostik modern.
Kepala UPT Puskesmas Hutabaginda Tarutung, dr. Mariesty Nelly Panggabean, mengatakan bahwa kegiatan skrining aktif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menemukan kasus TB sedini mungkin sekaligus mencegah penularan di lingkungan keluarga.
“Tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan secara komprehensif. Melalui kegiatan skrining aktif ini, kami berupaya menemukan kasus sedini mungkin, melakukan pemeriksaan terhadap kontak serumah maupun kontak erat pasien TB, serta memberikan terapi pencegahan sesuai indikasi,” katanya.
“Kehadiran layanan rontgen digital sangat membantu tenaga kesehatan dalam menegakkan diagnosis secara lebih cepat dan akurat, sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan yang tepat. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala TB atau memiliki riwayat kontak dengan pasien TB, karena deteksi dini merupakan kunci utama memutus rantai penularan,” lanjut dr. Mariesty.
Melalui sinergi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, program skrining aktif TB diharapkan mampu meningkatkan cakupan penemuan kasus, memperluas pemberian terapi pencegahan, serta mendukung target eliminasi Tuberkulosis di Indonesia.
Penulis : [BMT Manalu]













Leave a Reply