TAPUT – Editorial24jam.com || Kualitas pekerjaan proyek rekonstruksi Jalan Parmonangan-Hutajulu, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menjadi sorotan.
Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 itu memiliki nilai kontrak sekitar Rp2,86 miliar.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (21/8/2026), material sertu yang digunakan dalam pekerjaan jalan tersebut terlihat dalam kondisi bercampur atau dilumuri lumpur.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian material yang digunakan dengan spesifikasi teknis pekerjaan.
Proyek dengan nilai anggaran Rp2.864.061.709 tersebut dikerjakan oleh CV Rap Tama Brothers. Adapun pekerjaan yang tercantum meliputi hotmix dengan volume 1.125 serta pembangunan saluran semen sepanjang 250 meter.
Selain persoalan material, pelaksanaan proyek tersebut juga mendapat sorotan dari sisi skala prioritas pembangunan. Sebab, terdapat ruas jalan di wilayah Parmonangan yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat longsor pada November 2025 dan hingga kini disebut masyarakat belum mendapatkan penanganan secara optimal.
Pantauan di lapangan menunjukkan ruas jalan yang terdampak longsor tersebut masih menjadi perhatian warga. Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai penentuan prioritas penanganan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Di lokasi pekerjaan, seorang pekerja ketika ditanya mengenai papan informasi proyek menyebut papan proyek belum terpasang saat itu.
Namun, keterangan tersebut berbeda dengan penjelasan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek, Pahala Sinaga, ketika dikonfirmasi pada Senin (24/8/2026).
Pahala mengatakan papan proyek telah terpasang ketika awak media melakukan peninjauan pada Jumat (21/8/2026).
“Kapan kalian datang rupanya? Kalau hari Jumat itu kalian turun, di situ sudah terpasang papan proyek,” kata Pahala.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Dahlan Simanjuntak, yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perhubungan Kabupaten Tapanuli Utara, ketika dimintai keterangan mengenai sorotan terhadap kondisi material dan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis.
“Terimakasih informasinya yah, akan kita cek ke lapangan,” jawabnya singkat.
Pahala Sinaga hingga saat ini belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kualitas pekerjaan dan penggunaan material yang menjadi sorotan, termasuk kaitannya dengan nilai anggaran proyek sebesar Rp2,86 miliar.
Persoalan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian dari instansi terkait, terutama untuk memastikan pekerjaan yang dibiayai menggunakan APBD 2026 dilaksanakan sesuai kontrak, spesifikasi teknis, serta ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Pemeriksaan terhadap mutu material dan hasil pekerjaan juga penting dilakukan agar penggunaan anggaran daerah dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Penulis : [BMT Manalu]













Leave a Reply